Senin, 11 Desember 2017

mencegah kebiasaan merokok pada remaja



MENCEGAH KEBIASAAN MEROKOK PADA REMAJA
Reski (09171063)
Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan
1.Pendahuluan
          Rokok merupakan salah satupenyebab kematian di dunia dan merupakan satu- satunya   produk legal yang dapat membunuh hampir setengah dari rata-rata konsumennya. Kebiasaan merokok paling sedikit menyebabkan 30 jenis macam penyakit pada manusia, akan tetapi kebiasaan merokok ini sulit untuk dihilangkan serta jarang sekali diakui sebagai kebiasaan yang buruk. Apalagi orang yang memang sengaja merokok dengan tujuan untuk menghilangkan stres dan emosi akan lebih sulit untuk menghilangkan kebiasaan ini dibandingkan dengan perokok dibandingkan dengan perokok yang yang tidak memiliki latar belakang depresi. Bagi sebagian orang, kebiasaan merokok sulit untuk dihilangkan karena sudah menjadi salah satu kebutuhan hidupnya.
           Terbiasa merokok, bukanlah kebiasaan yang positif melainkan kebiasaan yang sangat buruk dalam semua kalangan. Baik perempuan, laki-laki, nenek, kakek, dan orang yang sudah menginjak usia dewasa. Tak terkecuali remaja dan anak-anak, seringkali kita jumpai banyak sekali remaja diindonesia yang sudah kecanduan untuk mengkonsumsi barang haram tersebut, sehingga tidak sedikit dari mereka yang menghabiskan uang  orang tuanya hanya untuk membeli sebungkus rokok. Serta idak sedikit diantara mereka yang sudah tidak ragu lagi untuk menunjukkan dirinya sedang merokok di depan umum terkecuali didaerah rumahnya atau sekitarnya. Namun tidak banyak masyarakat yang menegur ataupun mendekatinya untuk diberi hukuman melainkan kebanyakan masyarakat lebih memilih untuk diam dan seolah-olah tidak melihatnya. Bahkan tidak jarang juga masyarakat umun yang bahkan memberi pujian kepada remaja perokok tersebut yang dilihatnya.
         Remaja cenderung memiliki rasa ingn tahu yang besar dikarenakan masa remaja adalah masa seseorang anak-anak yang baru menginjak usia remaja yang masih dalam tahap mencari jati diri dan labil terutama terhadap pengaruh lingkungan. Penilitian mengungkapkan bahwa remaja lebih besar kemungkinan  untuk merokok daripada orang yang sudah dewasa. Disetiap tahunnya di perkirakan kurang lebih lima juta orang meninggal dunia karena kasus yang berhubungan dengan tembakau sejenis rokok. Kebiasaan merokok bagi para pelajar pemula karena kurangnya informasi dan kesalah fahaman informasi, termakan iklan, atau terbujuk rayuan teman dan siswa merokok karena ditawari teman, pergaulan diluar rumah juga menjadi hal yang punya pengaruh besar terhadap perkembangan seorang remaja. Sudah sering dijumpai bahwa remaja akan ikut-ikutan merokok ketika ada seorang teman yang menawari barang berbahaya itu padanya. Bahkan lebih miris lagi jika seorang remaja perokok tersebut merasa bahwa jika merokok maka akan terlihat keren dan maco.

2.Pembahasan
     
  Baby smoker adalah fenomena anak yang sudah merokok ( fasif maupun aktif ) dibawah umur. Baby smoker biasanya kurang mendapatkan perhatian dari publik. Faktor yang diduga menjadi pemicu meningkatnya fenomena ini adalah sebagai berikut :
Faktor Internal
         Faktor internal adalah faktor yang bersifat dari dalam diri individu. Faktor ini secara langsung memiliki keterkaitan dengan masalah kepribadian individu.
        Rasa ingin tahu. Masa kanak-kanak merupakan pengenalan terhadap lingkungan sosial. Dalam masa ini anak akan sangat memperhatikan apa yang dilakukan oleh sekelilingnya. Keingin tauhuannya ini diwujudkan dalam meniru berbagai perilaku orang-orang yang ada disekitarnya. Anak cenderung memiliki keingintahuannya yang sangat besar, terkait dengan perilaku anak, keingintahuan ini dapat didukung oleh keiginan menjadi sama dengan perilaku disekelilingnya.
         Aspek kepribadian. Masa kanak-kanak merupakan masa pembentukan dan perkembangan kepribadian pada anak. Apabila keluarga tidak mengarahkan pembentukan dan perkembangan kepribadian, maka anak mengalami gangguan perkembangan. Faktor lainnya adalah perkembangan emosi anak dan kebiasaan anak.

Faktor Eksternal
        Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang bersifat dari luar individu yang mempengaruhi terjadinya merokok pada usia dini
      iklan dan promosi rokok  telah mengepung dari segala penjuru, didalam dan diluar rumah. Bahkan seringkali iklan rokok mengiringi berbagai acara dan kegiatan yang diikuti oleh kalangan anak dan remaja. Dengan kekuatan visualnya yang bagus iklan ini menampilkan adalah seorang perokok itu keren. Kemudian ingkungan dan keluarga, masyarakat selama ini kurang memperhatikan anak yang merokok di usia dini, bahkan anak merokok karna keluarga yang perokok. Kemudian pendidikan. Rendahnya tingkat ilmu pengetahuan diduga menjadi faktor pemicu anak merokok diusia dini. Industrialisai, penelitian yang dilakukan oleh WHO (World Health Organization), semakin tinggi industri rokok di suatu negara, maka semakin banyak peluang untuk masyarakatnya merokok. Selanjutnya iklim atau geografis. Iklim dingin biasanya cocok untuk tanaman tmbakau dan kemungkinan masyarakatnya menghalalkan untuk di konsumsi Ekonomi, murahnya harga rokok diindonesia menjadi pemicu banyaknya perokok, berbeda diluar negri yang menjual rokok dengan harga yang sangat mahal. Dan terakhir adalah mainan anak. Banyaknya mainan anak yang dibuat menyerupai rokok seperti produk permen, yang menyebabkan anak dengan mudahnya mengenal apa itu rokok serta cara mengkonsumsinya.

Upaya menanggulangi kebiasaan merokok
1.Pendekatan perilaku
        Melakukan pendekatan perilaku atau pola kegiatan kebiasaan merokok dalam sehari-hari seperti berhenti seketika dan memaksakan tidak merokok dalam sehari kemudian berhenti secara bertahap dimana pengurangan porsi rokok yang biasa dihisap dalam sehari-hari dan penundaan waktu memulai merokok disetiap harinya.

2.Pendekatan farmako terapi
    a. Terapi pengganti nikotin (permen karet, spray dan inhaler). Diindonesia beredar nikotin plaster 7 mg, 12 mg dan 21 mg. Untuk perokok sedang dan berat, pengobatan diberikan selama 10 minggu dengan pengurangan dosis bertahap harga satu paket.
   b. Tablet bupropion yang merupakan obat anti depresan. Namun obat ini tidak dapat ditemui di indonesia.
   c. Tablet varanicline yaitu obat generasi baru yang khusus dikembangkan untuk obat berhenti merokok, nama dagangannya adalah champix. Tidak mengandung nikotin sama sekalidan berfungsi agonis parsial yaitu mengikat reseptor nkotin diotak terblok sehingga pelepasan dopamin dikurangi secara parsial. Efek dari ini mengurangi keinginan yang kuat untuk dapat merokok.
   d. Pengobatan selama 12 minggu yaitu starter pack 1 sampai 2 minggu, maintenence 3 sampai 12 minggu.

3. Terapi alternatif
    a. Terapi akupuntur adalah terapi dimana beberapa titik diseluruh tubuh di tusuk dengan jarum
    b. Terapi accupressure adalah terapi dimana beberapa titik diseruh tubuh di tekan menggunakan jari dengan kekuatan otot yang keras
    c. Terapi hipnoterapi adalah jenis terapi secara mental yaitu emosi, pikiran dan perilaku bahkan melakukan hipnotis pada orang yang diterapi.

4. Strategi dakwah
     Dakwah merupakan proses internalisisi, transformasi, difusi, transmisi nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan umat. Upaya dakwah Islam dilakukan untuk mewujudkan tatakan kehidupan umat yang semakin baik, sejahtera dan bahagia. Ada beberapa strategi dakwah yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat komsumsi rokok pada anak. Mendasarkan pada bentuk kegiatan dakwah islamiyah, maka strategi yang dapat dilakukan dengan optimalisasi pada bentuk kegatan dakwah itu sendiri meliputi kegiatan tabligh, irsyad, tadbir, dan tathwir.

3. Penutup
     Maraknya baby smoker di indonesia dan dilingkungan sekitarmemerlukan penangan yang sangat serius, memerlukan partisipasi aktif masyarakat untuk tahu, ingin mengatahui dan sadar tentang berbagai macam dampak dari merokok.  Oleh sebab itu, mari kita berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak bangsa disekitar kita agar terhindar dari bahaya merokok.
     Peran masyarakat sangat penting dalam membentuk anak-anak yang berada dimasyarakat tersebut, seperti memberikan ancaman jika terdapat anak-anak yang ketahuan merokok.
     Bagi orang tua, kontrol terhadap anak sangatlah penting. Mengembalikan fungsi-fungsi keluarga adalah solusi terbaik, yaitu fungsi pendidikan, rekreasi, keagamaan dan perlindungan. Maka hal ini sangat efektif menjauhkan anak dari pergaulan negatif sekitar.

DAFTAR PUSTAKA
Aris dalam Siti Wahyuningsih, Bebaskan Indonesia dari Baby smoker, Solo : Kementrian    
         Kesehatan Kota Solo, 2012
Atmarita, “Nutrition Problems In Indonesia”, The article for an Integrated International
         Seminar and Workshop on Lifestile-Related Diseases, Gajah MadaUniversity,
         19-20 March 2005
Hasanah Hasyim, Baby Smoker perilaku konsumsi rokok pada anak dan strategi
         Dakwahnya, IAIN Walisongo Semarang.
anakperkapalanngeblog