MENCEGAH
KEBIASAAN MEROKOK PADA REMAJA
Reski
(09171063)
Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan
Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan
1.Pendahuluan
Rokok merupakan salah satupenyebab kematian di dunia dan merupakan satu- satunya produk legal yang dapat membunuh hampir setengah dari rata-rata konsumennya. Kebiasaan merokok paling sedikit menyebabkan 30 jenis macam penyakit pada manusia, akan tetapi kebiasaan merokok ini sulit untuk dihilangkan serta jarang sekali diakui sebagai kebiasaan yang buruk. Apalagi orang yang memang sengaja merokok dengan tujuan untuk menghilangkan stres dan emosi akan lebih sulit untuk menghilangkan kebiasaan ini dibandingkan dengan perokok dibandingkan dengan perokok yang yang tidak memiliki latar belakang depresi. Bagi sebagian orang, kebiasaan merokok sulit untuk dihilangkan karena sudah menjadi salah satu kebutuhan hidupnya.
Rokok merupakan salah satupenyebab kematian di dunia dan merupakan satu- satunya produk legal yang dapat membunuh hampir setengah dari rata-rata konsumennya. Kebiasaan merokok paling sedikit menyebabkan 30 jenis macam penyakit pada manusia, akan tetapi kebiasaan merokok ini sulit untuk dihilangkan serta jarang sekali diakui sebagai kebiasaan yang buruk. Apalagi orang yang memang sengaja merokok dengan tujuan untuk menghilangkan stres dan emosi akan lebih sulit untuk menghilangkan kebiasaan ini dibandingkan dengan perokok dibandingkan dengan perokok yang yang tidak memiliki latar belakang depresi. Bagi sebagian orang, kebiasaan merokok sulit untuk dihilangkan karena sudah menjadi salah satu kebutuhan hidupnya.
Terbiasa merokok, bukanlah kebiasaan
yang positif melainkan kebiasaan yang sangat buruk dalam semua kalangan. Baik
perempuan, laki-laki, nenek, kakek, dan orang yang sudah menginjak usia dewasa.
Tak terkecuali remaja dan anak-anak, seringkali kita jumpai banyak sekali
remaja diindonesia yang sudah kecanduan untuk mengkonsumsi barang haram
tersebut, sehingga tidak sedikit dari mereka yang menghabiskan uang orang tuanya hanya untuk membeli sebungkus
rokok. Serta idak sedikit diantara mereka yang sudah tidak ragu lagi untuk
menunjukkan dirinya sedang merokok di depan umum terkecuali didaerah rumahnya
atau sekitarnya. Namun tidak banyak masyarakat yang menegur ataupun
mendekatinya untuk diberi hukuman melainkan kebanyakan masyarakat lebih memilih
untuk diam dan seolah-olah tidak melihatnya. Bahkan tidak jarang juga
masyarakat umun yang bahkan memberi pujian kepada remaja perokok tersebut yang
dilihatnya.
Remaja cenderung memiliki rasa ingn tahu yang besar dikarenakan masa
remaja adalah masa seseorang anak-anak yang baru menginjak usia remaja yang masih
dalam tahap mencari jati diri dan labil terutama terhadap pengaruh lingkungan.
Penilitian mengungkapkan bahwa remaja lebih besar kemungkinan untuk merokok daripada orang yang sudah
dewasa. Disetiap tahunnya di perkirakan kurang lebih lima juta orang meninggal
dunia karena kasus yang berhubungan dengan tembakau sejenis rokok. Kebiasaan
merokok bagi para pelajar pemula karena kurangnya informasi dan kesalah fahaman
informasi, termakan iklan, atau terbujuk rayuan teman dan siswa merokok karena
ditawari teman, pergaulan diluar rumah juga menjadi hal yang punya pengaruh
besar terhadap perkembangan seorang remaja. Sudah sering dijumpai bahwa remaja
akan ikut-ikutan merokok ketika ada seorang teman yang menawari barang
berbahaya itu padanya. Bahkan lebih miris lagi jika seorang remaja perokok
tersebut merasa bahwa jika merokok maka akan terlihat keren dan maco.
2.Pembahasan
Baby smoker adalah fenomena anak yang sudah merokok ( fasif maupun aktif ) dibawah umur. Baby smoker biasanya kurang mendapatkan perhatian dari publik. Faktor yang diduga menjadi pemicu meningkatnya fenomena ini adalah sebagai berikut :
Baby smoker adalah fenomena anak yang sudah merokok ( fasif maupun aktif ) dibawah umur. Baby smoker biasanya kurang mendapatkan perhatian dari publik. Faktor yang diduga menjadi pemicu meningkatnya fenomena ini adalah sebagai berikut :
Faktor
Internal
Faktor internal adalah faktor yang bersifat dari dalam diri individu.
Faktor ini secara langsung memiliki keterkaitan dengan masalah kepribadian
individu.
Rasa ingin tahu. Masa kanak-kanak merupakan pengenalan terhadap
lingkungan sosial. Dalam masa ini anak akan sangat memperhatikan apa yang
dilakukan oleh sekelilingnya. Keingin tauhuannya ini diwujudkan dalam meniru
berbagai perilaku orang-orang yang ada disekitarnya. Anak cenderung memiliki
keingintahuannya yang sangat besar, terkait dengan perilaku anak, keingintahuan
ini dapat didukung oleh keiginan menjadi sama dengan perilaku disekelilingnya.
Aspek kepribadian. Masa kanak-kanak merupakan masa pembentukan dan
perkembangan kepribadian pada anak. Apabila keluarga tidak mengarahkan
pembentukan dan perkembangan kepribadian, maka anak mengalami gangguan
perkembangan. Faktor lainnya adalah perkembangan emosi anak dan kebiasaan anak.
Faktor
Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang bersifat dari luar individu
yang mempengaruhi terjadinya merokok pada usia dini
iklan dan promosi rokok telah mengepung dari segala penjuru, didalam
dan diluar rumah. Bahkan seringkali iklan rokok mengiringi berbagai acara dan
kegiatan yang diikuti oleh kalangan anak dan remaja. Dengan kekuatan visualnya
yang bagus iklan ini menampilkan adalah seorang perokok itu keren. Kemudian ingkungan
dan keluarga, masyarakat selama ini kurang memperhatikan anak yang merokok di
usia dini, bahkan anak merokok karna keluarga yang perokok. Kemudian pendidikan.
Rendahnya tingkat ilmu pengetahuan diduga menjadi faktor pemicu anak merokok
diusia dini. Industrialisai, penelitian yang dilakukan oleh WHO (World Health Organization), semakin
tinggi industri rokok di suatu negara, maka semakin banyak peluang untuk
masyarakatnya merokok. Selanjutnya iklim atau geografis. Iklim dingin biasanya
cocok untuk tanaman tmbakau dan kemungkinan masyarakatnya menghalalkan untuk di
konsumsi Ekonomi, murahnya harga rokok diindonesia menjadi pemicu banyaknya
perokok, berbeda diluar negri yang menjual rokok dengan harga yang sangat
mahal. Dan terakhir adalah mainan anak. Banyaknya mainan anak yang dibuat
menyerupai rokok seperti produk permen, yang menyebabkan anak dengan mudahnya
mengenal apa itu rokok serta cara mengkonsumsinya.
Upaya
menanggulangi kebiasaan merokok
1.Pendekatan
perilaku
Melakukan pendekatan perilaku atau pola kegiatan kebiasaan merokok dalam
sehari-hari seperti berhenti seketika dan memaksakan tidak merokok dalam sehari
kemudian berhenti secara bertahap dimana pengurangan porsi rokok yang biasa
dihisap dalam sehari-hari dan penundaan waktu memulai merokok disetiap harinya.
2.Pendekatan
farmako terapi
a. Terapi pengganti nikotin (permen karet,
spray dan inhaler). Diindonesia beredar nikotin plaster 7 mg, 12 mg dan 21 mg.
Untuk perokok sedang dan berat, pengobatan diberikan selama 10 minggu dengan
pengurangan dosis bertahap harga satu paket.
b. Tablet bupropion yang merupakan obat anti depresan. Namun obat ini
tidak dapat ditemui di indonesia.
c. Tablet varanicline yaitu
obat generasi baru yang khusus dikembangkan untuk obat berhenti merokok, nama
dagangannya adalah champix. Tidak
mengandung nikotin sama sekalidan berfungsi agonis parsial yaitu mengikat
reseptor nkotin diotak terblok sehingga pelepasan dopamin dikurangi secara
parsial. Efek dari ini mengurangi keinginan yang kuat untuk dapat merokok.
d. Pengobatan selama 12 minggu yaitu starter pack 1 sampai 2 minggu,
maintenence 3 sampai 12 minggu.
3.
Terapi alternatif
a. Terapi akupuntur
adalah terapi dimana beberapa titik diseluruh tubuh di tusuk dengan jarum
b. Terapi accupressure adalah terapi dimana beberapa titik diseruh tubuh
di tekan menggunakan jari dengan kekuatan otot yang keras
c. Terapi hipnoterapi adalah jenis terapi secara mental yaitu emosi,
pikiran dan perilaku bahkan melakukan hipnotis pada orang yang diterapi.
4.
Strategi dakwah
Dakwah merupakan proses
internalisisi, transformasi, difusi, transmisi nilai-nilai ajaran Islam dalam
kehidupan umat. Upaya dakwah Islam dilakukan untuk mewujudkan tatakan kehidupan
umat yang semakin baik, sejahtera dan bahagia. Ada beberapa strategi dakwah
yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat komsumsi rokok pada anak.
Mendasarkan pada bentuk kegiatan dakwah islamiyah, maka strategi yang dapat
dilakukan dengan optimalisasi pada bentuk kegatan dakwah itu sendiri meliputi
kegiatan tabligh, irsyad, tadbir, dan tathwir.
3.
Penutup
Maraknya baby smoker di
indonesia dan dilingkungan sekitarmemerlukan penangan yang sangat serius,
memerlukan partisipasi aktif masyarakat untuk tahu, ingin mengatahui dan sadar
tentang berbagai macam dampak dari merokok.
Oleh sebab itu, mari kita berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan
perlindungan terhadap anak-anak bangsa disekitar kita agar terhindar dari
bahaya merokok.
Peran masyarakat sangat penting dalam membentuk anak-anak yang berada
dimasyarakat tersebut, seperti memberikan ancaman jika terdapat anak-anak yang
ketahuan merokok.
Bagi orang tua, kontrol terhadap anak sangatlah penting. Mengembalikan
fungsi-fungsi keluarga adalah solusi terbaik, yaitu fungsi pendidikan,
rekreasi, keagamaan dan perlindungan. Maka hal ini sangat efektif menjauhkan
anak dari pergaulan negatif sekitar.
DAFTAR PUSTAKA
Aris
dalam Siti Wahyuningsih, Bebaskan Indonesia dari Baby smoker, Solo : Kementrian
Kesehatan Kota Solo, 2012
Atmarita,
“Nutrition Problems In Indonesia”, The article for an Integrated International
Seminar and Workshop on
Lifestile-Related Diseases, Gajah MadaUniversity,
19-20 March 2005
Hasanah
Hasyim, Baby Smoker perilaku konsumsi rokok pada anak dan strategi
Dakwahnya, IAIN Walisongo Semarang.
anakperkapalanngeblog